Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 30 Mei 2016

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Desa Cibiru Wetan Kec.Cileunyi Kab.Bandung

Gotong Royong merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dan bersifat suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan dengan lancar, mudah dan ringan. Contoh kegiatan yang dapat dilakukan secara Gotong Royong antara lain pembangunan fasilitas umum dan membersihkan lingkungan sekitar.

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) merupakan kegiatan Gotong Royong masyarakat dalam kurun waktu selama satu bulan. Kegiatan ini sangat mendukung dalam pelestarian nilai nilai gotong royong untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan khususnya pembangunan desa.

Tujuan dari BBGRM ini yaitu melestarikan nilai-nilai Gotong Royong masyarakat, meningkatkan komitmen bersama oleh Pemerintah Pusat dan Daerah, Aparat Keamanan/ Desa, pihak Swasta dan masyarakat luas dalam rangka meningkatkan serta menumbuhkan kesadaran di masyarakat untuk memperbaiki kualitas hidup dan menanamkan kemandirian keluarga. Salah satu hal yang berperan disini adalah dalam bidang kesehatan.


Berikut merupakan foto-foto dari serangkaian kegiatan BBGRM yang telah diselenggarakan oleh Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat.















Minggu, 22 Mei 2016

LMCB UPTD YANKES CILEUNYI TAHUN 2016

Apa itu LMCB ???
Mungkin orang awan akan bertanya tanya, apa itu LMCB ??? LMCB merupakan sebuah singkatan yakni Leadership Managerial Capacity Building. Berdasarkan kepanjangan tersebut LMCB dapat di artikan sebagai peningkatan kapasitas manajerial kepemimpinan.
Apa sih tujuan dari kegiatan LMCB ini ???
Tujuannya yaitu membentuk kerjasama dalam tim.
Berikut ulasan kegiatan LMCB yang telah dilaksanakan oleh UPTD Yankes Kec.Cileunyi :
1. Pembukaan beserta penyajian materi oleh Dinas Kesehatan
2. Motivasi karyawan
3. Pengumuman Kinerja Puskesmas (Puskesmas Cinunuk, Cibiru Hilir, Cileunyi)
4. Hiburan
5. Permainan Leadership
6. Outbond
7. Penutupan

Foto LMCB UPTD Yankes Cileunyi Tahun 2016











Rabu, 18 Mei 2016

Kegiatan Luar Gedung Penyuluhan dan Konseling ASI

Kegiatan luar gedung ini merupakan kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) yang diselenggarakan oleh Puskesmas Cibiru Hilir. Dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya yang berada di dalam desa binaan Puskesmas Cibiru Hilir.
Berikut beberapa foto pelaksanaan penyuluhan, pembinaan posyandu & pelayanan meja 5, kegiatan puskel dan home visite serta konseling menyusui kepada keluarga rawan kesehatan yang telah diselenggarakan oleh Puskesmas Cibiru Hilir. 

Foto penyuluhan TB Paru di RW 02 Ds. Cibiru Hilir



Foto Kegiatan Pembinaan Posyandu dan pelayanan meja 5, Puskel serta Penyuluhan di RW 06 Ds.Cibiru Hilir




 Foto Home Visite + Konseling menyusui dengan ibu eklamsi berat post SC


Kamis, 12 Mei 2016

Kegiatan VCT di Puskesmas

Apa itu VCT ?
 VCT merupakan singkatan dari Voluntary Counseling Test yaitu kegiatan yang dilakukan secara sukarela yang meliputi konseling pra test, konseling post test, dan test HIV yang bersifat confidential dan secara lebih dini membantu orang mengetahui status HIV.

Mengapa perlu dilakukan dilakukan test seperti ini ??? Karena untuk mengetahui secara dini adanya HIV(+).

Siapa saja  yang perlu melakukan test VCT ???
Tentunya orang orang yang memiliki resiko tinggi terhadap penyakit ini diantaranya : pekerja s**s komersial, g**olo, w*ria, lsl, penasun serta orang yang sering mengalami infeksi menular seksual dan orang orang yang mempunyai resiko tinggi terhadap HIV lainnya.

Bagaimana kalau hasilnya positif ???
Kalau hasil tes positif, klien bebas untuk mendiskusikannya dengan konselor. Konselor juga akan menginformasikan fasilitas untuk tindak lanjut dan dukungan. Misalnya, jika klien membutuhkan terapi ARV ataupun dukungan dari kelompok sebaya (KDS). Selain itu, konselor juga akan memberikan informasi tentang cara hidup sehat dan bagaimana cara agar tidak menularkan ke orang lain.

Yang perlu diperhatikan pada test ini !!!
  1. Hasil tes HIV adalah rahasia yang seharusnya hanya diketahui oleh konselor dan klien saja.
  2. Proses VCT yang benar memegang teguh privacy dan juga memastikan kalau klien melakukan VCT dengan sukarela.

Voluntary Counseling Test (VCT)

Definisi Voluntary Counseling Test (VCT):
Proses konseling pra testing, konseling post testing, dan testing HIV secara sukarela yang bersifat confidential dan secara lebih dini membantu orang mengetahui status HIV. Konseling pra testing memberikan pengetahuan tentang HIV & manfaat testing, pengambilan keputusan untuk testing, dan perencanaan atas issue HIV yang akan dihadapi. Konseling post testing membantu seseorang untuk mengerti & menerima status (HIV+) dan merujuk pada layanan dukungan.
Voluntary Counseling Test (VCT) : Merupakan pintu masuk penting untuk pencegahan dan perawatan HIV
Konseling HIV/AIDS “ Dialog yang terjaga kerahasiaan antara konselor dan klien ".
  • Konseling membantu orang mengetahui statusnya lebih dini, menekankan kepada aspek perubahan perilaku, peningkatan kemampuan menghadapi stress, ketrampilan pemecahan masalah.
  • Konseling HIV juga menekankan pada issue HIV terkait seperti bagaimana hidup dengan HIV, Pencegahan HIV ke pasangan, dan issue-issue HIV yang berkelanjutan.
Konseling Bukanlah :
  • Memberitahu atau mengarahkan
  • Menasehati
  • Membuat gosip
  • Melaksanakan interogasi
  • Membuat pengakuan
  • Mendoakan
Elemen Penting dalam VCT
  • Tersedia waktu
  • Penerimaan klien dan berorintasi kepada klien
  • Mudah di Jangkau (Accessibility)
  • Confidentiality ( rasa nyaman)
Siapa yang disebut Konselor HIV?
  • Full time counselor yang berlatar belakang psikologi&ilmuwan psikologi (psychiatrists, family therapist, psikologi terapan) yang sudah mengikuti pelatihan VCT dengan standart WHO.
  • Profesional dari kalangan perawat, pekerja sosial, & dokter.
  • Community-based dan PLWHA yang sudah terlatih (Peer).
Konselor HIV
  1. Konselor Dasar (Lay Counselor)
    • Berangkat dari kebutuhan sebaya
    • Dekat dengan komunitas
    • Lebih mempromosikan VCT dan konseling dukungan.
  2. Konselor Profesional (Profesional Counselor)
    • Pre dan post konseling
    • Issue Psikososial
  3. Konselor Senior/pelatih (Senior Counselor)
    • Memberikan dukungan untuk konselor dan petugas managemen kasus
    • Mendampingi, supervisi dan memberikan bantuan teknis kepada konselor
TAHAPAN KONSELING PRE TEST
  • Alasan Test
  • Pengetahuan tentang HIV & manfaat testing
  • Perbaikan kesalahpahaman ttg HIV / AIDS
  • Penilaian pribadi resiko penularan HIV
  • Informasi tentang test HIV
  • Diskusi tentang kemungkinan hasil yang keluar
  • Kapasitas menghadapi hasil / dampak hasil
  • Kebutuhan dan dukungan potensial - rencana pengurangan resiko pribadi
  • Pemahaman tentang pentingnya test ulang.
  • Memberi waktu untuk mempertimbangkan.
  • Pengambilan keputusan setelah diberi informasi.
  • Membuat rencana tindak lanjut.
  • Memfasilitasi dan penandatanganan Informed Consent
KONSELING PASCA TEST
  • Dokter & Konselor Mengetahui Hasil Untuk Membantu Diagnosa Dan Dukungan Lebih Lanjut.
  • Hasil diberikan dalam amplop tertutup .
  • Hasil Disampaikan Dengan Jelas Dan Sederhana
  • Beri Waktu Untuk Bereaksi
  • Cek Pemahaman Hasil Test
  • Diskusi Makna Hasil Test
  • Dampak pribadi , keluarga , sosial terhadap odha , kepada siapa & bagaimana memberitahu.
  • Rencana pribadi penurunan resiko
  • Menangani reaksi emosional.
  • Apakah segera tersedia dukungan ?
  • Tindak lanjut perawatan & dukungan ke layanan managemen kasus atau layanan dukungan yang tersedia di wilayah.
ALUR VCT
Konseling Individual pra-testing - Periksa Darah dg Rapid Testing - Terima hasil & konseling Pasca Tes - Konseling Dukungan dan rujukan pelayanan Kesehatan & MK - Rujukan untuk dukungan proses yang sedang berjalan, termasuk Support group.

http://kpa-provsu.org/vct.php

Senin, 02 Mei 2016

7 Prinsip Utama Makanan Pendamping ASI Menurut Standar WHO

Flickr CC
Flickr CC

7 Prinsip Utama Makanan Pendamping ASI Menurut Standar WHO

Dear Bunda, ketika si kecil usianya sudah genap 6 bulan, maka bersiaplah untuk memberikannya petualangan rasa yang menyenangkan. Ya, pada usia ini, ia sudah harus diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) sebagai nutrisi tambahan untuknya yang semakin pintar, semakin aktif.
ASI masih menjadi asupan utama baginya, namun ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Di sinilah peran pentingnya makanan pendamping, yang sehat seimbang tentunya.
Sumber: WHO
Sumber: WHO
Pemberian ASI yang diiringi MPASI di waktu yang tepat (6 bulan) akan mengoptimalkan pertumbuhan dan mengurangi resiko kekurangan gizi pada bayi. Nutrisi seimbang ini bisa didapatkan dari aneka ragam makanan.
MPASI diperlukan untuk mengisi kesenjangan antara kebutuhan gizi anak dan asupan ASI. Begitu pentingnya momen pemberian MPASI, banyak Bunda merasa cemas dan bingung, karena ada banyak referensi.
World Health Organization (WHO) pada tahun 2010 mengeluarkan panduan yang mudah dipahami dan diaplikasikan dalam memberikan MPASI.
Ada 7 poin utama, terangkum dalam AFATVAH (Age, Frequency, Amount, Texture, Variety, Active-Responsive, Hygiene) yang mudah diingat.

#1 Age

Makanan pendamping ASI harus dimulai ketika bayi sudah tidak mendapatkan energi dan nutrisi cukup dari ASI saja.
Umumnya, di usia 6 bulan bayi sudah siap mendapatkan MPASI, karena saraf dan otot mulut sudah siap menggigit dan mengunyah serta sistem pencernaan yang telah matang.
Bayi yang belum berusia 6 bulan lebih cenderung mendorong keluar makanan yang ada di mulut karena mereka belum bisa mengontrol pergerakan lidah.

MPASI yang diberikan terlalu dini (sebelum usia 6 bulan) akan memperbesar resiko alergi dan diare. Ketika makanan pendamping sudah dikenalkan kepada si kecil maka kecenderungan menyusui akan berkurang, maka pemberian MPASI dini dapat menyebabkan penurunan produksi ASI di saat bayi masih sangat membutuhkannya.
Baca juga: Tanda Bayi Siap Menerima MPASI
Sebaliknya, pemberian MPASI yang telat bulan dapat menyebabkan bayi tidak mendapat cukup nutrisi, sehingga mengalami defisiensi zat besi dan tumbuh kembang yang terlambat.

#2 Frequency

Pada 2 minggu pertama masa MPASI, kita bisa memberikannya makan 2 kali sehari, misalnya pagi hari dan sore hari. Setelah itu, pada pecan ketiga hingga usianya 9 bulan, kita bisa meningkatkan frekuensi pemberian MPASI, yakni 2-3 kali makan utama (berupa bubur saring) plus 1-2 kali makanan selingan berupa buah.
Pada usia 9-12 bulan, si kecil akan semakin aktif, kebutuhan nutrisinya pun semakin tinggi. Kita perlu memastikan, ia makan 3 kali dalam sehari, dengan 2 kali selingan berupa buah, cookies, atau finger food lainnya.

#3 Amount 

Amount atau jumlah kalori. Banyaknya makanan yang kita berikan pada bayi harus disesuaikan dengan kebutuhannya akan kalori. Pertama-tama, kita bisa memberikan porsi 2-3 sendok makan puree kental, dan terus tingkatkan porsi dan tekstur sedikit demi sedikit secara bertahap setiap hari.
Baca juga: Resep MPASI: Makaroni Saus Salmon (1y+)
Pada bayi 6-9 bulan dapat diberikan porsi MPASI setengah mangkok ukuran 250 ml. Setelah umur 1 tahun sudah dapat diberikan 1 mangkuk penuh. Jumlah makanan atau porsi yang kita berikan dapat diukur dan disesuaikan dengan kenyamanan bayi dan asupan energi yang dibutuhkan oleh si kecil.
Bayi usia 6-8 bulan membutuhkan asupan sekitar 200 kalori per hari, selain dari ASI. Sementara untuk bayi usia 9-11 bulan membutuhkan 300 kalori per hari dan bayi usia 12-23 bulan membutuhkan 550 kalori perhari. MPASI yang berkalori dan penuh nutrisi penting untuk mendukung kebutuhan nutrisi bayi yang semakin hari semakin besar.
Tabel dibawah bisa dijadikan panduan.
Disarikan dari panduan MPASI WHO
Disarikan dari panduan MPASI WHO 2010

#4 Texture

Sejak MPASI perdananya, bayi sudah bisa diberikan puree semi kental. Jangan terlalu encer, karena kekentalan berbanding lurus dengan banyaknya asupan kalori dan nutrisi dalam setiap porsinya.
Semakin encer, berarti semakin banyak kadar airnya dan semakin sedikit kandungan kalori dan nutrisi dari makanan.
Patokan kekentalannya adalah bila puree diambil dengan sendok kemudian sendok dimiringkan, puree tidak langsung tumpah mengucur, melainkan jatuh perlahan.
Setiap bulan, bayi harus belajar naik tekstur bertahap. Mulai dari puree kental, bubur saring, nasi tim, dan ketika ia sudah berusia 9 bulan, bayi sudah bisa makan makanan yang dicincang halus, tidak keras, dan mudah dijumput dengan tangannya.
Bunda bisa memberikannya finger food seperti potongan buah, ubi, atau wortel kukus dan melatihnya makan sendiri. Sehingga ketika ia berusia 12 bulan, diharapkan ia sudah bisa makan makanan keluarga (nasi, lauk, sayur, lengkap).
Dengan catatan, keluarga harus memberikan contoh yang baik dengan membiasakan makan makanan bergizi seimbang.

#5 Variety

Variety atau keragaman. Sejak awal MPASI, bayi sudah dapat diperkenalkan aneka makanan yang mengandung unsur protein nabati, hewani seperti telur, ikan, bahkan daging. Tidak benar bahwa di usia 6 bulan, bayi hanya boleh diberi MPASI dari buah saja.
Baca juga: MPASI Pertama Cukup Buah Saja, Benarkah?
Prinsip utamanya adalah pemenuhan kebutuhan gizi seimbang melalui makanan yang beragam (tidak satu jenis dan tidak itu-itu saja). Semakin banyak warna, semakin banyak vitamin. Pemberian gizi seimbang dapat mendukung tumbuh kembang anak yang sempurna.
Keragaman makanan (sumber: UNICEF)
Keragaman makanan (sumber: UNICEF)
Untuk mengetahui komponen gizi seimbang untuk si kecil mari kita lihat satu persatu:
1. Sumber karbohidrat, yakni makanan pokok sumber penghasil energi (kalori) misalnya beras, singkong, kentang, ubi.
2. Protein hewani, sebagai zat pembangun, pembentuk sel tubuh dan sumber zat besi. Misalnya daging/hati ayam dan sapi, ikan, telur.
3. Protein nabati, misalnya dari kacang-kacangan sebagai sumber mineral zat besi (memenuhi fungsi zat pengatur). Kacang merah, kacang hijau, buncis, kacang panjang, tahu, tempe, adalah beberapa jenis protein nabati.
4. Sumber vitamin, serat, dan enzim yang didapatkan dari aneka ragam sayuran dan buah. Tomat, jeruk, mangga, pepaya dan wortel sangat kaya vitamin C. Pada saat yang sama pemberian sayuran segar seperti bayam, sawi, brokoli sangat baik mendukung asupan zat besi dan vitamin A.
5. Lemak tambahan. Berikan 1-2 sendok makan minyak esensial untuk setiap porsi makan si kecil. Beberapa minyak yang dapat digunakan misalnya minyak zaitun, minyak kelapa, margarin, atau santan. Lemak tambahan dapat menambah nilai kalori makanan, membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K, menambah gurih, dan membantu melancarkan pencernaan.

#6 Active-responsive

Active responsive atau yang biasa dikenal pemberian makan kepada bayi dengan cara responsif.
Makanan pendamping ASI tidak hanya soal apa yang ia makan, tapi penting juga memperhatikan: Bagaimana? Kapan? Dimana ? Siapa yang memberi makan?
Sebuah studi tentang perilaku membuktikan bahwa anak yang dibiasakan makan sendiri dengan metode aktif- responsif dapat makan lebih banyak daripada yang tidak. Selain itu, biasakan si kecil untuk menggunakan piring dan sendok sendiri agar kita juga bisa mengukur kebutuhan makanannya.
Perihal penggunaan sendok atau tangan, sebaiknya disesuaikan dengan budaya setempat. Makan dengan sendok atau tangan, keduanya harus diperhatikan kebersihannya.
Ingat Bunda, MPASI adalah salah satu caranya untuk belajar, jadi ajari ia dengan penuh cinta dan jangan bosan untuk mengajaknya berbicara dan melakukan kontak mata ketika mengajaknya makan.

#7 Hygiene

Aspek kebersihan jangan disepelekan dalam memberikan makanan pendamping ASI. Perhatikan kebersihan pada saat pemberian makan karena pada usia 6 – 12 bulan bayi masih sangat rentan dari penyakit diare.
Diare disebabkan karena kita kurang memperhatikan kebersihan makanan, air, alat makan, dan proses memasak. Maka peran orang tua sangat penting dalam memberikan makanan yang higienis untuk si kecil.
Gambar perilaku hidup bersih (sumber: UNICEF)
Gambar perilaku hidup bersih (sumber: UNICEF)
Perhatikan hal berikut:
  1. Cuci tangan hingga bersih menggunakan sabun sebelum memberikan makan ke bayi. Tangan bayi juga harus bersih sebelum makan.
  2. Sebelum memberikan makanan ke bayi, cuci bersih semua peralatan seperti gelas, piring/mangkuk yang akan digunakan oleh si kecil, juga peralatan masak yang akan kita gunakan.
  3. Selalu gunakan air bersih dalam memproses makanan dan mencuci peralatan makan
  4. Memberikan minum anak dari gelas yang sama yang digunakan orang dewasa akan lebih mudah menularkan penyakit. Gunakan peralatan makan khusus untuknya.
  5. Sebaiknya jangan menggunakan botol dot untuk memberikan minum kepada bayi karena karet dot lebih sulit dibersihkan daripada gelas biasa.
  6. Simpan makanan di tempat bersih dan aman dari jangkauan serangga/binatang. Jangan menyimpan makanan terlalu lama, sekalipun di dalam kulkas. Sebaiknya tidak lebih dari dua jam, karena makanan yang terlalu lama disimpan akan membuat bakteri berkembang.
WHO menekankan pemberian MPASI yang berasal dari bahan pangan lokal yang mudah didapatkan. Jangan menganggap makanan impor atau kemasan lebih baik daripada sayuran di pasar atau buah yang kita petik di depan rumah.
Kandungan gizi ikan lele tidak kalah dengan ikan salmon. Singkong atau ubi kukus mengandung kalori dan nutrisi yang lebih kaya daripada olahan roti.
Buah lokal dari halaman rumah lebih segar daripada buah impor, sama bergizinya. Pisang, jambu, mangga, atau belimbing, makanan sehat tidaklah mahal.
Baca juga: Resep MPASI: Bubur Pizza Kentang Saos Tomat
Cataan kaki:
  1. Infant and young child feeding Model Chapter for textbooks for medical students and allied health professionals | (WHO)
  2. Paket konseling: pemberian makan bayi dan anak | UNICEF
  3. Complementary feeding, family food for breastfed children | WHO

sumber : http://dearbunda.com/7-prinsip-utama-makanan-pendamping-asi-menurut-standar-who/