Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 19 Juni 2017

Serba Serbi Pre Akreditasi Puskesmas Cibiru Hilir


Penyuluhan TB Paru di RW 19 Desa Cibiru Wetan



Tuberkulosis (Tuberculosis, disingkat Tbc), atau Tb (singkatan dari "Tubercle bacillus") merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis (disingkat "MTb" atau "MTbc".Tuberkulosis biasanya menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.Infeksi TB umumnya bersifat asimtomatikdan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif. Bila Tuberkulosis tidak diobati maka lebih dari 50% orang yang terinfeksi bisa meninggal.
Gejala klasik infeksi TB aktif yaitu batuk kronis dengan bercak darah sputum atau dahak, demam, berkeringat di malam hari, dan berat badan turun. (dahulu TB disebut penyakit "konsumsi" karena orang-orang yang terinfeksi biasanya mengalami kemerosotan berat badan.) Infeksi pada organ lain menimbulkan gejala yang bermacam-macam. Diagnosis TB aktif bergantung pada hasil radiologi (biasanya melalui sinar-X dada) serta pemeriksaan mikroskopis dan pembuatan kultur mikrobiologis cairan tubuh. Sementara itu, diagnosis TB laten bergantung pada tes tuberkulin kulit/tuberculin skin test (TST) dan tes darah. Pengobatan sulit dilakukan dan memerlukan pemberian banyak macam antibiotik dalam jangka waktu lama. Orang-orang yang melakukan kontak juga harus menjalani tes penapisan dan diobati bila perlu. Resistensi antibiotik merupakan masalah yang bertambah besar pada infeksi tuberkulosis resisten multi-obat (TB MDR). Untuk mencegah TB, semua orang harus menjalani tes penapisan penyakit tersebut dan mendapatkan vaksinasi basil Calmette–Guérin.
Para ahli percaya bahwa sepertiga populasi dunia telah terinfeksi oleh M. tuberculosis, dan infeksi baru terjadi dengan kecepatan satu orang per satu detik. Pada tahun 2007, diperkirakan ada 13,7 juta kasus kronis yang aktif di tingkat global. Pada tahun 2010, diperkirakan terjadi pertambahan kasus baru sebanyak 8.8 juta kasus, dan 1,5 juta kematian yang mayoritas terjadi di negara berkembang. Angka mutlak kasus Tuberkulosis mulai menurun semenjak tahun 2006, sementara kasus baru mulai menurun sejak tahun 2002. Tuberkulosis tidak tersebar secara merata di seluruh dunia. Dari populasi di berbagai negara di Asia dan Afrika yang melakukan tes tuberkulin, 80%-nya menunjukkan hasil positif, sementara di Amerika Serikat, hanya 5–10% saja yang menunjukkan hasil positif.[1] Masyarakat di dunia berkembang semakin banyak yang menderita Tuberkulosis karena kekebalan tubuh mereka yang lemah. Biasanya, mereka mengidap Tuberkulosis akibat terinfeksi virus HIV dan berkembang menjadi AIDS.[6] Pada tahun 1990-an Indonesia berada pada peringkat-3 dunia penderita TB, tetapi keadaan telah membaik dan pada tahun 2013 menjadi peringkat-5 dunia.
Berikut dokumentasi hasil penyuluhan dan screening TB Paru pada balita di RW 19 Desa Cibiru Wetan yang dilakukan oleh petugas pengelola program TB Paru  Puskesmas Cibiru Hilir : 


Minggu, 11 Juni 2017

PROLANIS SARIPOHACI PADA BULAN JUNI

Kegiatan Prolanis pada bulan Juni dilaksanakan pada tanggal 09 Juni 2017 bertempat di halaman Puskesmas Cibiru Hilir. Kegiatan ini rutin diselenggarakan setiap satu bulan satu kali dengan pembicara yaitu Staff Puskesmas. Kegiatan ini meliputi Senam Prolanis, Penyuluhan Kesehatan, Pemeriksaan Kesehatan, dan  Pemeriksaan Laboratorium serta ada hiburan lainnya yang dipimpin oleh tim kreatif Puskesmas Cibiru Hilir. Berikut Hasil Dokumentasi Kegiatan Prolanis SARIPOHACI :



Senin, 05 Juni 2017

Penyuluhan Dalam Gedung Puskesmas Cibiru Hilir



Promosi Kesehatan merupakan upaya perubahan atau perbaikan perilaku di bidang kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhi lingkungan atau hal-hal lain yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan. Promosi kesehatan berpatokan pada PHBS. Promosi kesehatan didalam gedung puskesmas adalah  promosi   kesehatan   yang  dilaksanakan  dilingkungan  dan  gedung puskesmas  seperti  di  tempat  pendaftaran,  poliklinik,  ruang  perawatan, laboratorium, kamar obat, dan halaman puskesmas. Kegiatan  promosi kesehatan didalam gedung puskesmas dilaksanakan sejalan dengan pelayanan yang di selenggarakan puskesmas.Kegiatan promosi kesehatan di dalam gedung dapat dilakukan seperti : di tempat pendaftaran, di poliklinik, di ruang pelayanan KIA & KB, di ruang perawatan inap, di tempat tidur, penggunaan bahan bacaan (bibliografi), penyuluhan berkelompok, pemanfaatan ruang tunggu, pendekatan keagamaan, di laboratorium, di kamar obat, di tempat pembayaran, di kamar khusus, di halaman dan di tempat ibadah.
Berikut kegiatan promosi kesehatan di dalam gedung puskesmas yang dilaksanakan oleh salah satu staff Puskesmas Cibiru Hilir bertempat di ruang tunggu pasien pada tanggal 06 Juni 2017  .. 







Kamis, 01 Juni 2017

Home Visite Puskesmas Cibiru Hilir di Desa Cibiru Wetan

Berikut kunjungan pasien TB dan pemberian PMT untuk Ibu Hamil penderita TB Paru di RW 09 dan 11 Desa Cibiru Wetan :






Kunjungan Rumah ke RW 05 dan RW 13 Desa Cibiru Wetan :



Minggu, 28 Mei 2017

MANFAAT BERPUASA BAGI PEMELIHARAAN KESEHATAN

Dalam kurun waktu setahun sebenarnya terdapat 30 hari waktu yang sangat efektif untuk memelihara kesehatan karena pengaturan dan pendisiplinan dilakukan secara bersamaan dan selaras antara jasmani dan rohani. Salah satu pengaturan jasmani pada waktu puasa adalah asupan makanan dan minuman. Jika pengaturan makan dan minum dijalankan secara disiplin niscaya kita akan mendapatkan manfaat kesehatan tubuh yang sangat besar.
Beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh, antara lain:
1. Detoksifikasi (pembersihan) racun dalam tubuh.
Makanan yang kita makan selain mengandung zat-zat yang berguna (zat gizi, anti-oksidan,dsb) juga dapat mengandung zat-zat yang tidak berguna dan bahkan dapat beracun (radikal bebas, formalin, toksin mikroba, dsb). Di hati, sebagian zat-zat racun akan dipecah, dinetralkan, dan dibuang melalui ginjal sedang sebagian lagi yang tidak dapat dinetralkan akan terbawa oleh darah dan bersama-sama dengan zat gizi dimasukkan ke dalam sel/jaringan tubuh. Di dalam sel, zat-zat yang bersifat racun akan dipecah/diurai kemudian dibuang bersama-sama dengan zat-zat sisa hasil metabolisme. Namun masalahnya, banyak zat yang bersifat racun sangat sulit diurai dan untuk mengurainya memerlukan waktu panjang. Jika sebelum sempat diurai lalu ketambahan zat-zat racun yang baru maka zat racun akan terakumulasi (tertumpuk) di dalam sel sehingga menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, misalnya pusing-pusing, mual/muntah, cepat lelah, lemah, daya tahan tubuh rendah dan bahkan dapat mengganggu gen sehingga mencetuskan berbagai kanker.
Berpuasa akan memberikan waktu bagi tubuh untuk membuang racun yang menumpuk (terakumulasi) di dalam sel/jaringan.
2. Penyembuhan dinding lambung dari tukak lambung (maag).
Sebenarnya Allah menciptakan dinding lambung manusia yang kuat dan tahan terhadap asam yang kuat. Namun karena suatu hal (kebanyakan karena stress), dinding lambung menjadi luka (tukak) sehingga terasa nyeri jika terkena asam lambung (HCl).
Asam lambung (HCl) akan diproduksi oleh dinding lambung secara otomatis pada waktu:
*). Ada makanan/minuman yang masuk ke lambung.
*). Kekacauan psikologis
Pada waktu puasa tidak ada makanan/minuman yang masuk ke lambung dan lagipula disertai dengan pengendalian emosi. Jika pada orang berpuasa terjadi produksi asam lambung artinya terdapat kegagalan dalam pengendalian emosi.
Pada waktu lambung tidak kemasukan makanan/minuman maka di lambung juga tidak terjadi kontraksi, lambung mempunyai kesempatan waktu istirahat untuk menyembuhkan luka atau memperbaiki sel-sel yang rusak.
3. Memperbaiki pertumbuhan flora usus halus.
Di dalam usus halus terdapat koloni bakteri yang bermanfaat bagi manusia karena memproduksi vitamin-vitamin yang diperlukan oleh manusia serta membantu proses pemadatan feses (symbiose mutualism).
Pada waktu berpuasa, flora usus (bakteri baik) mempunyai kesempatan untuk meningkatkan populasi sehingga persediaan vitamin meningkat dan pencernaan makanan juga lebih enak.
4. Membantu program penurunan berat badan
Di dalam plasma darah terdapat glukosa darah yang akan dibakar menjadi energi untuk aktifitas. Jika glukosa darah sudah minimal maka glikogen (cadangan energi) dalam hati dan otot akan dibakar menjadi energi. Hati dan otot hanya menyimpan glikogen untuk energi aktifitas selama 8 – 10 jam. Jika glikogen habis, maka tubuh akan membongkar lemak tubuh (cadangan energi) untuk dibakar menjadi energi sehingga menyebabkan massa lemak berkurang dan berat badan turun. Namun program ini akan terlihat hasilnya jika:
*). Disertai olahraga sebelum berbuka puasa
*). Tidak makan sumber energi (terutama gula) yang berlebihan pada waktu “buka puasa” sampai “makan sahur”. Perbanyak sayur dan buah untuk mengatasi rasa lapar.

Selasa, 23 Mei 2017

Kelas Ibu Balita di RW 05 Desa Cibiru Hilir

Kelas Ibu Balita merupakan suatu aktivitas belajar kelompok dengan beranggotakan beberapa ibu yang mempunyai balita (0-5tahun). Di bawah bimbingan satu/beberapa fasilitator dengan memakai buku KIA sebagai alat pembelajaran. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi Ibu Balita mengenai kesehatan balita, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pada tanggal 22 Mei 2017 Puskesmas Cibiru Hilir melaksanakan Kelas Balita yang berlangsung di RW 05 Desa Cibiru Hilir.